Sabtu, 15 Agustus 2015

Miss,
Tuhan Miss itu yang kayak gimana bentuknya?
Gambarnya kayak apa?
C****** – 10 tahun


Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah
Karena pada akhirnya, Allah memberikanku amanah berupa menjalankan profesi sesuai dengan bidang pendidikan yang aku ambil semasa kuliah. Gimana ver? Asik? Ma Shaa Allah, aku bersyukur karena amanah ini berupa apa yang aku idamkan. 
Semoga ini salah satu caraku bertasbih kepada Allah.

Kamu ngajar dimana sih?
Aku mengajar di sebuah sekolah yang berlatar belakang agama. Namun bukan agama yang aku anut. Peserta didik yang aku temui pun adalah anak-anak yang sedang imut-imutnya, sedang aktif-aktifnya, dan sedang sangat ingin tahu.

***
Banyak hal baru, yang aku temui ketika aku mulai belajar mendekat pada Allah. Banyak hal menarik yang terkadang membuat hatiku terharu, membuat aku merasa.. 

“Allah, apakah kau sedekat ini? Sungguh?”. 

Ketika aku meminta bantuan atas pertanyaan yang bergerumul diotakku, Allah senantiasa memberikanku petunjuk. Entah lewat hembusan angin, entah lewat suara yang mendaum ditelingaku, lewat sinar matahari yang menembus sekat-sekat dedaunan di pohon, ataupun lewat teman-teman yang baik hati. 
Ma Shaa Allahu Alhamdulillah.

Salah satunya yang menarik adalah pernyataan dan pertanyaan yang terlontar lewat bibir merah jambu milik seorang gadis kecil. Entahlah, gadis ini punya rasa ingin tahu yang (jika dibanding dengan temannya) lumayan.

“Miss, mau kemana?” Sapanya ketika bertemu di koridor sekolah.
“mau shalat” Jawabku tersenyum, sembari masuk ke ruang ibadah.
“aku tunggu ya Miss” ia balas senyumku sembari memamerkan giginya yang bolong satu 
“boleh, terserah kamu” - “Miss, masuk dulu ya”

Ternyata, dia penasaran dengan apa yang aku lakukan di ruang ibadah. Hal itu, aku ketahui ketiaka ia ketahuan mengintip (sambil memanjat di kursi) jendela dan setelah dikelas kami melakukan percakapan ringan.

“Miss, tadi yang pakai jilbab biru kan?” tanya gadis kecil itu.
“itu namanya mukenah sayang”
“oh. Miss, aku juga ada berdoa. Tuhanku yang di depan itu loh Miss, kalo kita mau masuk sekolah. Yang besar itu” tangannya menunjuk ke suatu arah.
“Iya, Miss tau. Nama tuhan kamu, Laomu kan?”
“Iya Miss, kalo Miss apa?” ia mengajukan pertanyaan itu, polos.
“Allah”
“Tuhan Miss itu yang kayak gimana bentuknya? Gambarnya kayak apa?”
“Tuhan Miss itu, tidak berwujud. Dipercayai dengan Iman” aku mendekap dadaku. “Tuhan Miss, tidak beranak dan tidak pula diperanakkan” aku mencoba menjawab pertanyaan gadis kecil ini dan jelas, dari raut wajahnya dia tidak mengerti. Aku tersenyum.

Yip! Mengajar di sebuah sekolah yang berlatarkan agama, namun bukan agama yang kuanut adalah sebuah tantangan tersendiri. Bila biasanya, aku adalah mayoritas. Disini, aku adalah minoritas. Tapi, disini aku belajar tentang profesional dan tepat waktu. Karena, aku memang diberikan waktu istirahat yang sesuai dengan jadwalku shalat. Jikalau aku tidak disiplin menggunakan waktu istirahatku dengan baik, maka aku pun akan lalai melaksanakan kewajibanku.

Banyak hal yang pelajari dan membuat aku terus menerus belajar. 
Dari caraku untuk menghormati orang lain, 
menghormati apa yang orang lain genggam. 
Rasanya, Allah selalu memberiku kejutan-kejutan baru setiap harinya. 
Terkadang kejutan yang membuatku bahagia, bingung, 
dan kejutan berupa

 “ver, kamu harus belajar lagi”.


***

Tentang jodoh, perasaan cinta.
Sama halnya perempuan yang lain. Aku tak menafikkan diri, bahwa aku pemilik selemah-lemahnya iman. Terkadang perasaan “aku ingin berduaan saja dengan Allah” itu melekat keras bagai batu, tapi dikemudian waktu, batu itu menjelma menjadi bongkahan es yang bisa saja mencair, yaaa sama halnya belajar terkadang (sering) virus M(alas) itu menyerang bagai rudal. Tapi, aku selalu berharap, semoga Allah selalu membantuku, hamba-Nya yang belajar untuk istiqamah.


HAMASAH!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar