Kamis, 25 Juni 2015

“Bulan Ramadhan, apa aja kegiatan kalian teman-teman?”
Pertanyaan yang dilontarkan temanku di sebuah grup komunitas. Kegiatanku Alhamdulillah biasa saja, namun aku bahagia dengan kegiatanku ini. Izinkan aku menjawab pertanyaan itu lewat tulisan di blogku yang sederhana ini.

Jujur saja, sudah dua tahun aku memang tidak melaksanakan Ramadhan dengan baik. Ada saja alasanku untuk bolong mengerjakan tarawih di mesjid. Puasaku pun memang hanya sekedar menahan rasa lapar dan dahaga. Sibuk bertanya nanti buka puasa pakai apa? Buka bareng dimana?. Tidak pula rajin untuk sekedar membaca satu atau dua ayat Al-Qur’an. Dua tahun yang biasa saja.

Itulah mengapa, aku bahagia di Ramadhan tahun ini. Allah memperkenankan aku, untuk bisa memeluk-Nya dengan cara yang Ia sediakan.

Dimulai sebelum Ramadhan datang, aku membuka buku catatanku yang berisi beberapa wishlist. Dan gatau datang darimana, perasaan dari mana, aku menulis ingin tadarusan di Mesjid. Padahal sudah lama sekali aku tidak tadarusan di masjid, mungkin setelah masuk dari SMK aku sudah tidak melaksanakannya lagi. Selesai kutulis kalimat itu, aku tidur.

***
Alhamdulillah,
Akhirnya Tarawihan pun tiba!!
Duar! Alhamdulillah mesjid kami pun penuh dengan muslim dan muslimah yang berlomba menjemput rezeki dari Allah, yaitu bisa shalat tarawihan berjamaah. Aku salah satu muslimah yang beruntung, ternyata fasilitas mesjidku berubah jauh lebih baik (ya, walaupun sering terjadi aksi mati lampu, karna gak kuat nahan beban listrik yang kebanyakan di sedot oleh si AC) dan yang lebih uwow lagi adalah arah kiblat di masjidku berubah!.
sewaktu aku tanyakan kepada adikku, asep. Dia malah bilang “Parah ko kak, dah lama arah kiblat di Mesjid berubah”. Aku Cuma jawab “ya kakak kan ga pernah shalat jumat, haha”. Fine, dia males nanggepin.
Selesai tarawihan, aku sengaja engga langsung pulang karena pengen tadarusan. Oh iya, Aku disini juga jadi sadar kalau temen-temen seangkatan aku udah pada mengejar mimpinya di negeri orang. Sementara aku berbuat sebaik mungkin dulu aja kali ya di negeri sendiri sambil nunggu moga moga ajahh Allah mau ngasi kesempatan. Hehe!. Akhirnya aku mendekat ke Bunda lili, guru yang biasanya jadi pembimbing tadarus dan Mutia. Sama-sama nunggu dan aku bingung karena pada gak ada yang mendekat buat tadarusan. “Bun? Ga tadarusan ya?”. dan taaraaa! ternyata gak Cuma aku doang yang bingung. Fine.
Karena posisi sholat tarawih untuk perempuan di lantai dua mesjid, maka kamipun bergegas turun ke bawah. Dan aku kaget lagi, ternyata pembimbingnya sekarang ga Cuma bunda lili, tapi banyak bunda-bunda lainnya *yang pasti ga ada bunda yang seumuran sama aku, aku yang muda belia dan Aku bener-bener udah ketinggalan info banget!.
Singkat cerita, Selesai dari kekagetanku itu aku dikagetkan lagi karena awalnya aku pengen tadarusan yang terjadi adalah aku jadi pembimbing tadarus anak-anak yang masih kecil banget tapi udah lancar dan merdu banget baca Al-Qur’annya.

Ma Shaa Allah.. aku merasa beruntung karena Allah memberikanku amanah ini. Alhamdulillah..


Ini adalah hari ke delapan aku jadi kakak mereka: Dika, Rizky, Yasin, Yaser, dan Deva. Alhamdulillah mereka rajin masuk tadarus, semakin lancar baca Al-Qur’annya, dan semakin merdu suara setiap harinya. Aamiin.

Mereka mengajarkan aku tentang arti Istiqamah.

Mengapa?. Aku ingat pada hari dimana aku tidak masuk karena aku telat pulang dari kantor, tidak sempat tarawih. Rizky bilang “Kakak, jangan gak masuk lagi la..” disambut oleh Dika “Iya kak, kami kemarin nyariin kakak. Bang asep bilang kakak belum pulang kerja”. Okeh, aku terharu! *pundak mana pundak, fedi nuril plis sediain pundak kamu*

Aku bersyukur, karena Allah memberikan aku oksigen melalui mereka.
Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah..






Tidak ada komentar:

Posting Komentar